Medan, Gelora Info — Perubahan iklim membawa dampak serius bagi kesehatan, salah satunya adalah kemungkinan meluasnya habitat nyamuk penyebab malaria ke daerah yang sebelumnya aman. Cuaca yang lebih hangat, kelembapan udara, dan pola curah hujan yang berubah membuat lingkungan semakin cocok bagi berkembangnya nyamuk penyebar penyakit.
Kondisi ini juga mempercepat siklus hidup nyamuk: dari telur hingga dewasa berlangsung lebih singkat, sehingga populasi nyamuk bisa bertambah cepat dan intensitas gigitan meningkat. Akibatnya, penyebaran malaria tidak lagi terbatas pada wilayah tropis lama, tetapi dapat menjangkau dataran tinggi dan daerah yang sebelumnya relatif aman.
Situasi ini mendorong perlunya penyesuaian dalam cara masyarakat mengelola lingkungan. Deteksi dini terhadap genangan air, menjaga kebersihan lingkungan, dan pengawasan populasi nyamuk menjadi semakin penting. Upaya-upaya ini tidak hanya melindungi kesehatan secara langsung, tetapi juga membantu mencegah nyamuk berkembang di wilayah baru yang sebelumnya bebas risiko.







