Medan, Gelora Info — Beberapa peserta BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026 dilaporkan mengalami gangguan fisik saat mengikuti lomba, mulai dari pingsan hingga harus mendapatkan penanganan medis. Bahkan, satu peserta diketahui meninggal dunia setelah sempat ambruk di tengah perlombaan.
Insiden ini kembali mengingatkan kita bahwa lari jarak jauh bukan sekedar aktivitas olahraga biasa. Kondisi fisik yang tidak prima, kurangnya persiapan, cuaca panas, dehidrasi, hingga gangguan pada jantung dapat meningkatkan risiko peserta mengalami kolaps saat berlari.
Para ahli mengingatkan pelari untuk mengenali tanda-tanda bahaya yang muncul selama lomba, seperti nyeri dada, sesak napas yang tidak biasa, pusing berat, pandangan mulai gelap, jantung berdebar tidak teratur, hingga kebingungan dan mual berlebihan. Jika gejala tersebut muncul, peserta disarankan segera berhenti dan mencari bantuan medis daripada memaksakan diri melanjutkan perlombaan.








