Harga Ayam Meningkat Tinggi, Daya Beli Melemah

· 2 menit baca
oasis-gif
taruma-gif
Harga Ayam Meningkat Tinggi, Daya Beli Melemah

Medan, Gelora Info — Harga daging ayam ras di berbagai daerah Indonesia mengalami kenaikan dan mulai berdampak pada daya beli masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga daging ayam ras pada minggu kedua September 2026 terjadi di 227 kabupaten/kota atau sekitar 63 persen dari seluruh kabupaten/kota. Kenaikan ini membuat masyarakat harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli kebutuhan yang sebelumnya cukup mudah dijangkau.

Kondisi tersebut juga mulai dirasakan oleh para pedagang karena pembeli menjadi lebih berhati-hati saat berbelanja. Sebagai contoh, pedagang di Pangkalpinang mengeluhkan penjualan yang sepi karena harga ayam yang tinggi membuat sebagian masyarakat mengurangi pembelian. Hal serupa terjadi di Cianjur, Jawa Barat, ketika harga ayam naik dari sekitar Rp35.000 menjadi Rp45.000 per kilogram dan penjualan pedagang disebut turun hingga 40 persen. Di Sumatera Utara, harga ayam di pasar tradisional juga dilaporkan meningkat dari sekitar Rp37.850 menjadi Rp53.175 per kilogram dalam beberapa pekan.

Kenaikan harga ayam akhirnya tidak hanya menjadi persoalan bagi konsumen, tetapi juga memberikan tekanan kepada pedagang. Masyarakat cenderung mengurangi jumlah ayam yang dibeli atau mencari bahan makanan lain yang harganya lebih terjangkau. Sementara itu, pedagang tetap harus menyesuaikan harga jual dengan harga dari pemasok agar tidak mengalami kerugian. Jika harga terus berada di tingkat tinggi, kondisi tersebut dapat membuat aktivitas jual beli ayam di sejumlah daerah semakin sepi.