Biaya Air PDAM Dianggap Mahal, Warga Ini Memilih Gunakan Sumur Bor

· 2 menit baca
dynasty-gif
taruma-gif
Biaya Air PDAM Dianggap Mahal, Warga Ini Memilih Gunakan Sumur Bor

Medan, Gelora Info — Tagihan air PDAM yang dianggap terlalu mahal membuat seorang warga di Pekanbaru memilih berhenti menggunakan layanan air perpipaan dan beralih ke sumur bor. Warga tersebut menyampaikan tagihan air yang diterima hampir mencapai Rp2 juta per bulan, padahal penggunaan air di rumah disebut tidak terlalu besar. Kondisi ini membuat warga tersebut merasa biaya yang harus dikeluarkan tidak sebanding dengan pemakaian sehari-hari.

Keluhan soal mahalnya biaya air memang bukan hal baru di Pekanbaru. Berdasarkan profil Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kota Pekanbaru, penggunaan sumur bor masih cukup banyak karena sebagian masyarakat menilai biayanya lebih murah dibandingkan berlangganan air perpipaan. Pemerintah juga mencatat bahwa tarif air PDAM masih menjadi salah satu persoalan yang memengaruhi minat masyarakat untuk berlangganan. Meskipun begitu, sampai saat ini layanan air perpipaan masih terus dikembangkan untuk memperluas akses air bersih di kota tersebut.

Bagi warga yang merasa tagihan tidak sesuai dengan penggunaan, besarnya biaya tentu menjadi pertimbangan dalam memilih sumber air untuk kebutuhan rumah tangga. Sumur bor kemudian dianggap sebagai pilihan yang lebih ekonomis meski membutuhkan biaya untuk pembuatan dan perawatannya. Dengan kondisi ekonomi saat ini, harga layanan dan jumlah air yang diterima menjadi hal penting bagi masyarakat dalam menentukan apakah akan tetap menggunakan air PDAM atau mencari sumber air alternatif.