Medan, Gelora Info — Viral video beredar di media sosial, adanya pemotongan rambut secara paksa terhadap sejumlah siswi yang menggunakan hijab di SMKN 2 Garut, Jawa Barat. Dalam video itu, terlihat beberapa siswi menangis histeris setelah rambut mereka dipotong oleh guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam razia dadakan sekolah.
Sang guru langsung ditindak dan memberikan klarifikasi bahwa alasan dari tindakan ini dilakukan adalah karena para siswi dianggap melanggar aturan sekolah, seperti mewarnai rambut. tetapi, cara penertiban ini dinilai berlebihan dan justru menuai kritik, terutama karena dilakukan secara paksa hingga membuat siswa merasa tertekan. Beberapa siswi bahkan dilaporkan mengalami trauma dan meminta pendampingan, baik secara hukum maupun psikologis.
Kasus ini hingga sampai ke telinga Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang dikabarkan turut bertemu dengan orang tua siswi untuk membahas kejadian tersebut. Hingga saat ini, penanganan kasus masih terus berjalan, sementara berbagai pihak mendorong agar ada evaluasi terhadap metode pendisiplinan di sekolah agar tetap mengedepankan pendekatan yang lebih manusiawi.








