Medan, Gelora Info — Uni Eropa mulai menggunakan strategi baru dengan mengutamakan produk “Made in Europe” di berbagai sektor penting. Strategi ini dibuat karena mulai muncul kekhawatiran terhadap ketergantungan yang cukup besar pada produk asal China, terutama di bidang industri, energi, dan teknologi. Selama ini, banyak kebutuhan penting masih dipasok dari luar, sehingga ketika terjadi gangguan global, dampaknya bisa langsung terasa di kawasan Eropa.
Uni Eropa berencana memberi prioritas pada produk buatan dalam negeri dalam pengadaan pemerintah dan pemberian subsidi. Sektor yang menjadi prioritas adalah kendaraan listrik, baja, dan energi hijau. Ketiga sektor ini dianggap penting untuk masa depan industri. Dengan mengutamakan produksi di dalam kawasan eropa, ketergantungan pada impor bisa dikurangi secara bertahap.
Aturan ini juga dibuat untuk memperkuat industri lokal dan juga menjaga lapangan kerja. Dengan mengutamakan produk dalam negeri, perusahaan lokal diharapkan bisa lebih berkembang dan lebih kompetitif. Di sisi lain, faktor geopolitik dan resiko gangguan rantai pasok global juga ikut mendorong perubahan ini, sehingga banyak negara di Eropa mulai lebih berhati-hati dan berusaha membangun kemandirian industrinya sendiri.








