Tolak Permintaan Gencatan Senjata, Iran Nyatakan Siap Hadapi Serangan AS Selamanya

· 2 menit baca
oasis-gif
taruma-gif
Tolak Permintaan Gencatan Senjata, Iran Nyatakan Siap Hadapi Serangan AS Selamanya

Medan, Gelora Info — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal terbaru dari Iran untuk menghentikan permusuhan. Dalam proposal tersebut, Iran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dalam waktu tujuh hari dengan sejumlah syarat, termasuk penghentian serangan dan pencabutan beberapa tekanan ekonomi terhadap Iran. Trump kemudian menyatakan menolak tawaran tersebut, sementara Iran menegaskan tidak akan menerima tekanan atau ancaman dari AS.

Penolakan tersebut membuat upaya diplomasi untuk meredakan konflik kembali menemui jalan buntu. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi sebelumnya mengatakan Iran telah menyampaikan rencana tersebut melalui Qatar dan siap membuka kembali jalur pelayaran jika syarat yang diajukan dipenuhi. Iran juga meminta penghentian permusuhan di kawasan, pencairan aset Iran yang dibekukan, pencabutan sanksi terhadap minyak Iran, serta penghentian blokade laut AS terhadap pelabuhan Iran.

Iran menyatakan siap menghadapi kemungkinan serangan AS dalam jangka panjang. Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan negaranya tidak lagi percaya sepenuhnya pada proses negosiasi dengan AS setelah sejumlah pembicaraan sebelumnya diikuti serangan dan sanksi. Meski begitu, Pezeshkian tetap menyebut persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui perundingan, bukan kekuatan militer. Sementara itu, Trump sebelumnya juga memperingatkan Iran mengenai kemungkinan tindakan militer jika kesepakatan tidak tercapai.