Medan, Gelora Info — Warga di daerah Cigobang, Jawa Barat, mengungkapkan rasa kekecewaan yang mendalam karena merasa dibohongi tentang jenis tanaman yang ditanam di tanah mereka. Awalnya mereka diberitahu bahwa lahan akan ditanami buah salak, namun setelah proses berjalan, kenyataannya yang ditanam justru kelapa sawit. Perubahan ini membuat warga merasa keputusan dilakukan secara sepihak tanpa pemberitahuan jelas, sehingga menimbulkan penolakan yang semakin keras dari masyarakat setempat.
Kekecewaan warga bukan semata soal jenis tanaman, melainkan juga soal dampak yang mungkin timbul dari penanaman sawit dalam skala besar. Mereka khawatir soal perubahan fungsi lahan, berkurangnya sumber air, dan potensi kerusakan lingkungan yang bisa memengaruhi kehidupan sehari-hari. Selain itu, warga merasa proses sosialisasi kurang transparan sehingga banyak dari mereka yang merasa dirugikan dan tak dilibatkan dalam pengambilan keputusan sejak awal.
Penolakan ini kemudian memunculkan aksi protes dan permintaan agar pihak terkait segera menjelaskan perubahan tersebut serta mencari solusi yang adil bagi masyarakat. Warga berharap bahwa suara mereka didengar, terutama soal penggunaan lahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan dan bagian penting dari kehidupan komunitas mereka.








