Pemerintah Indonesia Tolak Bantuan Pemadaman Api Karhutla Dari Singapura, Klaim Mampu Selesaikan Sendiri

· 2 menit baca
dynasty-gif
taruma-gif
Pemerintah Indonesia Tolak Bantuan Pemadaman Api Karhutla Dari Singapura, Klaim Mampu Selesaikan Sendiri

Medan, Gelora Info — Pemerintah Indonesia menyatakan masih mampu menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara mandiri meskipun Singapura menawarkan bantuan untuk memadamkan api yang memicu kabut asap lintas negara. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman, mengatakan bahwa pemerintah belum membahas penerimaan bantuan dari Singapura maupun Malaysia. Pernyataan tersebut disampaikan setelah Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas pada Senin (12/10/2026) untuk membahas penanganan karhutla. Pemerintah memilih melanjutkan upaya pemadaman dengan mengerahkan sumber daya dalam negeri.

Sebelumnya, Singapura melalui Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Hidup, Grace Fu, menyatakan kesiapannya membantu Indonesia mengatasi kebakaran yang menyebabkan kualitas udara di negaranya memburuk. Tawaran itu disampaikan setelah kabut asap dari Indonesia berdampak pada sejumlah wilayah di Asia Tenggara. Malaysia juga menawarkan bantuan untuk menangani kebakaran di Sumatra dan Kalimantan. Meski demikian, pemerintah Indonesia menilai bentuk bantuan yang ditawarkan perlu dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan di lapangan dan efektivitasnya dalam mempercepat pemadaman. Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menyebut bahwa jumlah personel Indonesia yang telah dikerahkan cukup besar, sehingga tambahan bantuan dari luar perlu dievaluasi terlebih dahulu.

Presiden Prabowo telah memerintahkan agar upaya pemadaman ditingkatkan, dengan fokus operasi di Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan. Pemerintah juga mengerahkan puluhan ribu personel untuk mendukung penanganan di lapangan. Di sisi lain, kabut asap masih menimbulkan kekhawatiran karena berdampak pada kesehatan masyarakat dan aktivitas warga, termasuk di negara tetangga. Pemerintah Indonesia menargetkan kebakaran dapat dipadamkan dalam waktu kurang dari satu bulan, meskipun keterbatasan air dan sulitnya menjangkau beberapa titik api masih menjadi kendala.