Medan, Gelora Info — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali melemah dan sempat menyentuh kisaran Rp17.700 per dolar. Kondisi ini mengkhawatirkan, terlebih lagi karena sering dibandingkan dengan krisis ekonomi tahun 1998. Menanggapi hal ini, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan kondisi ekonomi Indonesia saat ini masih tergolong baik dan berbeda jauh dibanding masa krisis dulu.
Menurut Purbaya, pelemahan rupiah ini lebih dipengaruhi situasi global dan penguatan dolar AS, bukan karena fundamental ekonomi Indonesia memburuk. Beliau menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berada di atas 5 persen, inflasi tetap terkendali, dan kondisi perbankan juga dinilai jauh lebih stabil dibanding saat krisis 1998. Pemerintah juga memastikan APBN dan cadangan devisa negara masih dalam kondisi aman.
Namun meskipun ekonomi masih dinilai stabil, pelemahan rupiah tetap perlu diwaspadai karena bisa berpengaruh pada harga barang impor, biaya produksi, dan turunnya daya beli masyarakat. Pemerintah dan Bank Indonesia terus memantau kondisi pasar dan menjaga stabilitas ekonomi agar tekanan terhadap rupiah tidak semakin besar dalam beberapa waktu ke depan.








