Medan, Gelora Info — Iran mulai melawan balik serangan dari Israel dan Amerika Serikat di tengah konflik yang semakin memanas. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penggunaan rudal hipersonik Fattah-2, senjata yang disebut memiliki kecepatan sangat tinggi dan sulit dideteksi sistem pertahanan biasa. Peluncuran rudal ini disebut sebagai bentuk respons atas serangan sebelumnya, sekaligus menunjukkan bahwa ketegangan sudah memasuki tahap yang lebih serius.
Tak hanya itu, Iran juga dilaporkan menyerang kapal perusak milik Amerika Serikat di Samudra Hindia dengan dua jenis rudal sekaligus, yaitu rudal balistik dan rudal jelajah. Penggunaan dua sistem berbeda dalam satu serangan dinilai sebagai strategi untuk meningkatkan peluang tembus ke target. Rudal balistik dikenal memiliki jangkauan jauh dan kecepatan tinggi, sementara rudal jelajah lebih fleksibel dalam bermanuver mengikuti jalur tertentu sebelum mencapai sasaran.
Konflik yang awalnya hanya antara 3 negara kini semakin meluas, termasuk ke wilayah perairan internasional. Penggunaan senjata berteknologi tinggi seperti rudal hipersonik juga membuat situasi semakin tegang, karena sistem pertahanan konvensional dinilai lebih sulit mengantisipasi ancaman semacam itu. Ketegangan yang terus meningkat ini ikut memicu kekhawatiran global terhadap dampak yang lebih luas, secara militer maupun geopolitik.








