Hutang Negara Meningkat, Ekonom: Belum Bahaya

· 1 min read
kaisar-gif
dynasty-gif
Thumbnail

Medan, Gelora Info — Jumlah hutang pemerintah Indonesia kembali naik dan hampir menyentuh Rp10.000 triliun pada kuartal pertama 2026. Berdasarkan data Kementerian Keuangan, total hutang per Maret 2026 tercatat sekitar Rp9.920 triliun atau naik dibanding akhir tahun lalu. Kenaikan ini menimbulkan kekhawatiran akan membebani APBN dan mempersempit ruang belanja negara.

Namun, berbeda dengan kekhawatiran masyarakat, sejumlah ekonom menilai kondisi tersebut belum masuk kategori berbahaya. Salah satu alasannya karena rasio utang Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih berada di kisaran 40 persen, atau jauh di bawah batas aman 60 persen yang diatur dalam undang-undang. Pemerintah juga menyebut banyak negara lain memiliki rasio utang yang lebih tinggi dibanding Indonesia.

Meskipun begitu, para ekonom tetap mengingatkan bahwa yang perlu diperhatikan bukan hanya jumlah utangnya, tetapi juga beban bunga dan kemampuan negara membayar. Saat pembayaran bunga utang terus meningkat, anggaran negara bisa semakin terbatas untuk kebutuhan lain seperti pendidikan, kesehatan, atau subsidi masyarakat. Karena itu, meski belum dianggap berbahaya, kondisi utang pemerintah tetap perlu diawasi agar tidak menjadi tekanan besar bagi ekonomi di masa depan.

Logo
Copyright © 2026 GeloraInfo. All rights reserved.