Medan, Gelora Info — Google kembali terseret kasus hukum, setelah sebelumnya juga pernah menghadapi tuntutan dari Scarlett Johansson terkait dugaan penggunaan suara yang dinilai mirip dirinya dalam fitur audio AI tanpa persetujuan. Kini, seorang mantan penyiar radio di Amerika Serikat menggugat perusahaan tersebut karena mengklaim suaranya dipakai tanpa izin untuk pengembangan teknologi audio berbasis kecerdasan buatan milik Google, NotebookLM. Menurutnya, rekaman suaranya digunakan untuk melatih sistem AI sehingga bisa menghasilkan suara yang mirip dengannya, padahal ia tidak pernah memberikan persetujuan.
Kasus ini langsung menarik perhatian karena menyangkut isu yang sedang hangat, yaitu penggunaan data pribadi untuk melatih AI. Suara dianggap sebagai bagian dari identitas seseorang, sehingga ketika digunakan tanpa izin, hal itu bisa dipandang sebagai pelanggaran hak individu. Perdebatan soal batas etika dan hukum dalam pengembangan teknologi AI pun kembali mengemuka seiring semakin banyaknya teknologi yang mampu meniru suara manusia secara realistis.
Dalam gugatannya, mantan penyiar tersebut meminta pertanggungjawaban atas penggunaan suaranya dan menilai tindakan itu merugikan secara profesional maupun pribadi. Ia menekankan bahwa suara penyiar memiliki nilai komersial dan karakter khas yang tidak bisa begitu saja direplikasi atau dimanfaatkan tanpa kesepakatan, terutama ketika teknologi AI kini mampu menyalin karakter suara dengan tingkat kemiripan yang tinggi.








