Medan, Gelora Info — Warga di Desa Gunungsari, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, masih menghadapi kesulitan mendapatkan air bersih setelah banjir besar beberapa waktu lalu. Dampak banjir tidak hanya membuat jalan dan rumah terendam, tetapi juga merusak sumber air setempat. Sumur yang biasanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari kini berubah keruh, sementara akses ke sumber air lain terhambat oleh sisa material banjir dan jalur transportasi yang masih rusak.
Akibatnya, warga terpaksa mencari air bersih ke lokasi yang lebih jauh, sementara pasokan air dari tangki bantuan juga belum mencukupi kebutuhan semua keluarga. Kondisi ini dirasakan sangat berat terutama bagi anak-anak dan lansia, yang lebih rentan terhadap dampak langsung minimnya akses air bersih. Tidak sedikit warga yang harus membawa jerigen berulang kali setiap hari agar kebutuhan dasar mandi, masak, dan minum terpenuhi.
Upaya perbaikan terus berjalan, baik dari pemerintah desa, dinas terkait, maupun bantuan sukarelawan, tetapi prosesnya berjalan bertahap karena medan dan kondisi masih menantang. Pembersihan area yang rusak sampai pemulihan sumber air membutuhkan waktu dan koordinasi yang baik antar berbagai pihak. Sambil menunggu kondisi lebih stabil, warga tetap berusaha menyesuaikan diri dengan situasi yang ada, mencari cara agar kehidupan sehari-hari tetap bisa dijalani meskipun akses air bersih belum sepenuhnya pulih.








